sbarnya saya sudah lama ingini nulis ini. namun karna kesibukan (ajie…kesannya gimana gito…) saya, maka baru sekarang saya bisa nulis. tulisan ini terinspirasi dari hasil wawancara ridu & abah.
lalu apa yang ingin saya sampaikan disini..? halah.. itu nanti akan saya uraikan.. sebelumnya mari kita simak terlebih dahulu kopas (kopi & paste) saya dari webnya ridu.
Ada yang positif berarti ada yang negatif kan.. Ada kebenaran berarti harus ada kesalahan. Kita gak bisa ngomong, yang benar itu tuh gini, tapi kita gak tau yang salah itu seperti apa. Jadi benar dan salah itu relatif. Contoh Sederhananya seperti ini.
Si A mencuri ayam (Salah..) Si B korupsi 2 milyar (Juga salah..). Kedua hal tersebut kalau dilihat memang salah, tapi kalau dilihat lebih detail, kenapa Si A itu mencuri ayam?? ternyata anaknya di rumah sedang sakit, kalau minum sup ayam, anaknya bisa sembuh. Dalam hal ini kita berpikir, apakah dia benar?
Dia benar karena mencuri untuk menolong anaknya karena dia tidak mampu, mungkin setelah mencuri dia akan mengembalikannya lagi, siapa tau, tapi dia keburu ditangkap, karena konteksnya bahwa mencuri itu salah, tapi kalo gak mencuri, membiarkan anaknya mati karena sakit, benar atau salah?? kita gak bisa tahu kan? kita harus tau konteksnya, ada suatu kondisi itu benar, ada suatu kondisi itu salah.
