Live Journal

All About Log

Menjadwal Suatu Proses

Menjadwal Suatu Proses

Kadangkala user dihadapkan pada suatu kondisi dimana suatu pekerjaan atau proses yang dikehendaki harus dijalankan pada waktu-waktu yang telah ditentukan secara otomatis tanpa harus ditunggu. Misalkan saja setiap malam hari akan dilakukan penghapusan file-file pada direktori /tmp yang pada umumnya direktori tersebut berisi file-file sementara yang tidak terlalu penting untuk disimpan selamanya. Atau proses pengcopyan file-file data base yang penting ke tape backup yang harus dilakukan sesering mungkin. Proses seperti ini seharusnya dapat dilakukan secara otomatis dan berkala. Red Hat Linux memiliki utilitas yang disebut at dan cron yang dapat digunakan untuk keperluan penjadwalan suatu proses.

5.1 INSTALASI

Cron dan at merupakan dua buah paket yang terpisah. Untuk melakukan instalasi ketikkan perintah :

rpm -ivh at-3.1.7-8.i386.rpm

dan

rpm -ivh crontabs-1.7-6.noarch.rpm

Jika instalasi telah dilakukan maka konfigurasi dapat segera dimulai.

5.2 KONFIGURASI AT DAN CRON

· Konfigurasi at

Program at memungkinkan user untuk menjadwal suatu proses yang harus dieksekusi pada waktu tertentu. Program at diaktifkan oleh daemon yang disebut atd dan biasanya telah dipanggil saat memasuki Linux. Misalkan saja untuk melihat spasi hard disk yang tersisa setiap jam 8:40 p.m dengan peritah du dapat digunakan perintah berikut :

at 20:40

setelah itu akan muncul prompt at> dimana user dapat mengetikkan perintah yang akan dijalankan pada waktu yang sudah ditentukan , misalkan saja :

du -a > /tmp/du.out

argumen di atas akan menyebabkan output perintah du dialihkan ke sebuah file yang bernama /tmp/du.out. Untuk melihat jadwal proses apa saja yang telah didefinisikan gunakan perintah :

atq

Semua pekerjaan yang telah dijadwalkan akan tampak pada direktori /var/spool. Apabila karena sesuatu hal pekerjaan yang telah dijadwalkan ingin dibatalkan , dapat digunakan perintah :

atrm [no schedule]

misalkan :

atrm 1

argumen di atas akan menghapus proses no 1 yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Untuk membatasi pemakaian perintah at oleh user tertentu dapat dilakukan pendaftaran user mana saja yang tidak diizinkan pada file /etc/at.deny. Sebaliknya untuk mendefinisikan user mana saja yang diizinkan untuk menggunakan at , nama user tersebut dapat ditambahkan pada file /etc/at.allow. Sebaiknya gunakan salah satu saja dari kedua file yang disediakan dan tidak kedua-duanya. Misalkan saja isi file /etc/at.deny sebagai berikut :

iwan
adi
ratna

maka ketiga user di atas tidak akan dapat menggunakan perintah at.

Salah satu kekurangan pemakaian perintah at yaitu proses yang telah selesai dikerjakan tidak akan dikerjakan kembali kecuali apabila didefinisikan ulang secara manual. Untuk mengatasi kelemahan tersebut dapat digunakan utilitas yang bernama cron atau crontab.

· Konfigurasi cron

Utilitas cron diaktifkan oleh daemon bernama crond saat memasuki Linux. Crond akan melihat file /etc/crontab yang berisi daftar pekerjaan yang akan dilakukan pada waktu-waktu yang telah didefinisikan. Sama halnya dengan at , untuk membatasi pemakaian perintah cron oleh user tertentu dapat dilakukan pendaftaran nama-nama user yang tidak diizinkan pada file /etc/cron.deny. Sebaliknya untuk mendefinisikan user mana saja yang diizinkan dapat dimasukkan pada file /etc/cron.allow. Misalkan saja isi file /etc/cron.deny sebagai berikut :

iwan
adi
ratna

Untuk menggunakan cron ketikkan perintah :

crontab -e

setelah itu akan muncul editor vi yang dapat digunakan untuk mengedit file crontab dengan format sebagai berikut :

minute hour day month weekday username command argument

misalkan saja isinya sebagai berikut :

0,10,20,30,40,50 * * * * /script/hallo.sh

Maka setiap sepuluh menit sekali script bernama hallo.sh akan dijalankan. Misalkan saja isi dari hallo.sh sebagai berikut :

#!/bin/sh
wall “Haloooo”

Setiap 10 menit sekali akan muncul pesan Haloooo ke seluruh user yang ada di server.File crontab yang baru saja diedit akan disimpan pada /var/spool/cron/.

5.3 WORKSHOP

1. Konfigurasi crontab agar setiap 10 menit sekali dapat menampilkan pesan “Halooo” kepada seluruh user.
2. Batasi akses pemakaian crontab bagi user yang bernama guest.
3. Buatlah file script yang akan digunakan untuk menghapus direktori /tmp setiap jam 12 malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: